Senin, 11 Mei 2015

Prosedur Kontrol di RS PMI Bogor


Hari ini control kedua mama...
Tiba jam 7 kurang 10 antrian sudah mengular, dan dapatlah antrian no 81 syaratnya tidak terlalu ribet seperti di RS. FATMAWATI hanya menunjukan rujukan dari puskesmas langsung diberikan nomor antrian pada hari ini juga, kalau di fatmawati kan perlu 2 minggu atau 3 minggu untuk mendapatkan jadwal control.



Oya untuk ambil antrian di RS. PMI dibuka pukul 07.00 tetapi pasien atau keluarga pasien sudah mulai antri dari jam 05.00 untuk mendapatkan nomor antrian yang muda.

Untuk mendapatkan nomor antrian harus menyebutkan poli yang dituju ke petugas pemberi nomor antrian, karena mama saya ke poli Jantung maka dapat kode depannya D, setelah ditelusuri berikut arti dari kode depan antrian :

  • A : Pendaftaran
  • B : Perusahaan Umum
  • C : Bedah Syaraf, Ortopedi, Urologi dan Kebidanan.
  • D : Penyakit Dalam, Gigi, Bedah Mulut, Kulit, Jantung, Ginjal & Pau
  • E : Anak, Syaraf, THT, Mata, Psikiatri dan Rehabilitasi Medik. 


Loket BPJS dibuka pukul 07.30, apabila nomor antrian sudah dipanggil segera datang ke loket karena jika terlewat harus mengambil ulang nomor antrian. pada saat didepan loket berikan kartu askes/bpjs, kartu rekam medis, rujukan asli dan nomor antrian kepada petugas, nanti akan diberikan lembar merah dan rujukan asli, lalu berjalan ke poli yang dituju dan tunggu sampai suster memanggil untuk diperiksa berat badan dan kelengkapan surat, setelah selesai kembali menunggu untuk bertemu dengan dokter.

Bedanya dengan RS Fatmawati, di RS PMI tidak ada EKG pada saat control dan yang menensi adalah dokter, sedangkan di RS Fatmawati dokter hanya untuk konsultasi, jadi bertemu dokter sudah ada hasil EKG, tensi dan berat badan.

Setelah selesai konsultasi dengan dokter maka pasien menunggu untuk diberikan resep, perawat akan memanggil dan memberikan resep dan instruksi jika ada untuk menebus ke bagian farmasi.


Untuk obat yang akan diberikan selama 1 bulan, harus berjalan ke luar dekat dengan parkir motor ada jasa fotocopy, lembar yang perlu difotocopy adalah resep dan lembar legalitas yang berwarna merah. untuk diberikan ke bagian farmasi sebanyak 1 set, kalau saya pribadi lebih suka memfotocopy nya 2 set agar dapat menyimpan salinannya.

Setelah semua difotocopy dan lampirkan kertas kontrol obat (putih) lanjut ke bagian farmasi untuk mendapatkan antrian obat, dan kembali menunggu.


Secara prosedur kontrol lebih sederhana di RS PMI, tetapi semuanya tetap memerlukan waktu dan tenaga untuk mengantri. hanya saja di PMI antrian lebih sedikit dibandingkan dengan RS. Fatmawati.

Demikian prosedur kontrol di RS. PMI dan senangnya lagi Mama diberikan status PRB dan saya baru tahu arti PRB dengan secara detail per tanggal 04 May 2015. 

Akan Saya cerita detail mengenai Pasien Rujuk Balik yang sebenar-benarnya nanti... sekarang sibuk urus pameran dulu...

Semoga bermanfaat dan diberikan kesembuhan secara total untuk Anda beserta kerabat atau handai tolan.


Tidak ada komentar:

Posting Komentar